Salju Pertama Yang Ti di Saga
Alhamdulillah, subhanallah...hari ini hari pertama tahun baru berdasarkan penanggalan Islam.
1 Muharram 1431 H atau di tahun Masehi 18 Desember 2009.Tidak ada hujan, tidak ada petir dan juga tidak ada kabar sebelumnya dari sensei Nihon go, Ishikumaruku Sensei. Tiba-tiba mengajak kami jalan-jalan ke gunung, untuk lihat salju, kali ini spesial buat mama. Karena selama mama disini hampir dua bulan beliau belum sempat ngajak jalan-jalan ehehhehe...seperti yang dijanjikan dulu. Kebetulan setiap hari jum'at adalah hari belajar nihon go ku, jadi beliau datang ke rumah bersama suaminya (yang kebetulan dapat shift kerja siang) langsung membatalkan acara belajar dan diganti acara jalan-jalan. ALhamdulillah....
Bukan hanya mama yang senang, tapi sayapun ikutan senang melihat beliau terlihat bahagia, senang dan menikmati melihat dan bermain salju untuk yang pertama kali. Maklum, di kampungku Indonesia sana tidak ada salju, jadi ya.... harap maklum kalau kami semakin narsis. ehhehehe... Sebagian foto2 ini saya ambil dari dalam mobil yang membawa kami..jadi hasilnyapun juga pas-pasan.
Semoga awal tahun baru yang indah ini membawa berkah dan memberikan kesan tersendiri buat Yang Ti.
Subhanallah, terima kasih Ya ALLAH atas semua ciptaan indah Mu dan kami bisa menikmatinya.
Alhamdulillah, 21 Desember 2009 jagoan kecilku Rafifkun nisai ni narimashita, sehat selalu ya nak, semoga menjadi anak yang sholeh dan disayang dan dilindungi ALLAH dimanapun berada...Syukur kupanjatkan kehadiratMu ALLAH atas amanah indah buat kami. Terima kasih Rafif, hari-hari kami semakin indah dengan hadirmu diantara kami.
Location: Furuyu, Saga
Happyokai nya Safa dan Rafif di Jounan Hoikuen
Sabtu, 5 Desember Happyo kai di Jounan Hoikuen, sekolahnya anak-anak.
Happyokai merupakan acara seni/ pertunjukan yang memperlihatkan kebolehan anak-anak selama di sekolahnya.Ada menyanyi, menari, bermain drama dan bercerita. Acara ini ditonton oleh orang tua murid, bisa juga kakek dan neneknya.
Ada banyak tingkah yang ditunjukkan anak-anak, mulai ada yang nangis saat melihat ortunya, ada yang senyum2, ada yang jingkrak2, ada juga yang malu-malu.
Berbagai kostum dipakai, dan semua kostum yang dipakai anak-anak ini semua dijahit oleh sensei sekolahnya.
Buat Safa sudah keempat kalinya, namun buat Rafif baru sekali.
Sempat deg deg an sebelum acara, yang saya khawatirkan Rafif, takutnya nangis saat melihat emaknya ada disitu, terus lari...wah bisa buyar.... ALhamdulillah kekhawatiran terjawab, dia ternyata cuma tolah toleh nyariin diamana posisi emaknya duduk, setelah melihat melambaikan tangan. Syukurlah...akhirnya semua berjalan lancar. dan ini foto2 yang bercerita
Selamat menikmati
Location: Jounan Hoikuen, Saga Shi, Saga Ken, Japan
Satoko san dalam Kenangan
Selasa, 24 November 2009
Hari ini ke Idai jenguk teman, sahabat saya (selama kurang lebih 4 tahun)yang sudah 5 bulan nginap disana. Begitu pintu kamar dibuka, saya lihat Megumisan (adiknya) sembab matanya, dan air mata terus mengucur deras membasahi pipinya.Dan ternyata sayapun tak kuasa untuk menahan air mata, apalagi saat Megumi dan ayahnya mempersilahkan aku untuk memegang tangan satoko, kulihat wajahnya begitu tenang, namun sayang.... dia sama sekali tidak bergerak dan tidak bisa menjawab sapaku. Sejak awal november, dia sudah tiak bias bergerak, tidak bisa berkata apa2.... Baru sepuluh menit saya pamitan pulang, dia Satoko dipanggil kembali menghadap sang pencipta. Dia cantik, masih muda, baik...sudah pergi meninggalkan keluarga, sahabat dan teman-teman tercinta.Sanggupkah jika kita dipanggil sewaktu-waktu menghadapnya ...?
Selamat jalan teman, selamat jalan sahabat, selamat jalan satoko sensei nya Safa dan Rafif.... kenangan bersamamu tidak akan pernah kulupakan... nasi goreng, siomay, sambel terasi, tempe goreng, sambel tempe, mi goreng, gule, sate, rawon, soto, kerupuk udang, kerupuk gadung kesukaanmu....dan masih banyak makanan Indonesia kesukaanmu...kue kue buatanku...brownisku, chiffon pandan cake ku, blackforestku.... Ternyata janjimu untuk ke Indonesia jalan-jalan, bermain bersama anak-anakku dan menginap di rumahku tidak kesampaian. Dengan sabar kau ajarkan anak-anakku membuat berbagai macam bentuk origami, kau ajak aku jalan-jalan, kau bawakan aku sayuran dan buah biwa kesukaanku, kau bawakan tamanegi, niniku dan juga berbagai macam bunga...
Selamat jalan Satoko san...
Ini sebagian foto kenangan bersamanya...
Location: Saga, IDAI
Saga International Ballon Fiesta, 2009
Awal November 2009
Event International tahunan yang diselenggarakan di Saga. Tahun ini kalau tidak salah event ini berusia sekitar 20 tahunan. Setiap kali event ini terselenggara terlihat sekali antusias warga Saga khususnya untuk tidak melewatkan menikmati indahnya ballon raksasa yang setiap pagi dan sore hari menhiasi langit Saga. Pun begitu dengan penduduk Jepang yang berada jauh dari Saga, kebanyakan jauh hari mereka telah datang bersama rombongan dengan menggunakan bus carteran atau banyak juga yang ikut travel perjalanan khusus untuk melihat berbagai macam bentuk ballon. Peserta dari perlombaan di festifal kali ini juga dari berbagai macam negara, diantaranya yang rutin tiap tahun hadir selain tuan rumah Jepang dari Perancis, Amerika, Jerman, Inggris dan negara besar lainnya. Tak ketinggalan inipun menjadi salah satu moment terindah bagi keluarga kami untuk bisa menyaksikan secara langsung ballon raksasa ini. Tahun ini sudah kelima kalinya dan yang teristimewa tahun ini ada Yang Ti bersama. ALhamdulillah...mudah2an tahun depan masih bisa bertemu lagi
Selalu dan selalu....
Blogku terlantar lagi....?
gak ada waktu...males apa memang gak ada bahan sih...? atau gak bisa bagi waktu ya...
Kayaknya bahan cerita banyak... males....enggak juga.... gak ada waktu ...?#####
Urus anak, suami, antar jemput anak, jalan2 sama yang ti yang kebetulan ada disini, kerja... duh...seabreg kegiatan...jualan....jalan2....tidakkkkkkkkkkkkkkkkk
AKu harus bisa bagi waktu
selalu dan selalu tyerlantar....
maafkan aku ya nak...belum bisa menulis ceritamu di rantau...
Undokai (Pesta Olah Raga) di Jounan Hoikuennya Safa dan Rafif
ALhamdulillah, acara undokai disekolahnya anak-anak sudah selesai, setelah kurang lebih 2 minggu persiapan dilakukan. Acara pesta olahraga ini merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti oleh seluruh murid dari usia 6 bulan hingga usia 6 tahun juga kedua orang tua dan kakek neneknya dan tak lupa para sensei hoikuen. Acara ini menarik sekali, dan merupakan acara puncak yang ditunggu-tunggu keluarga. Semuanya berkumpul, bermain, berlomba meluapkan kegembiraan ber

main dan berkompetisi bersama-sama. Indahnya masa anak-anak, menikmati dunianya yang penuh dengan dengan canda tawa dan hati yang bersih. Begitupun buat keluarga kami, semuanya ini akan bisa dijadikan kenangan yang tak mungkin terulang dan bisa menjadi obat rindu dikala kami sudah meninggalkan bumi sakura nantinya.
Acara Undokai ini buat Safa sudah diikuti beberapa kali, sejak di Turipugumi, Himawari gumi, sakura gumi dan sekarang di Kiku gumi. ARsip tahun lalu bisa dilihat di tahun- tahun sebelumnya setiap bulan Oktober. Sedangkan Rafif ini merupakan acara undokai pertama yang diikuti. Kebetulan Rafif sekarang bermain di Turipu gumi.


Sumire gumi


Turipu gumi
Acara ini dimulai dari pukul 8.15 pagi, setiap murid harus sudah berkumpul di hoikuen pada pukul 8 pagi. Belum lagi kita mesthi membawa bento buat makan siang. Jadi deh... ibunya yang harus bangun pagi-pagi buat mempersiapkan semua keperluan yang dibawa ke sekolah pagi ini, bukan bentonya yang menjadi masalah, tapi kalau terlalu pagi itu anak-anak kadang susah dibangunkan, secara sekarang cuaca sudah mulai dingin.


Himawari gumi dan Sakura gumi


Kiku gumi dan Yuri gumi
Sampe sekolah, Rafif langsung menuju ke kelasnya dan Safa juga langsung menuju ke kelas masing-masing. Sedangkan kami para orang tua dan keluarga
menunggu di halaman, duduk berdasarkan tempat duduk perkelas. Rasanya sudah tidak sabar menunggu saat anak-anak beraksi. Penasaran, terutama lihat Rafif, apakah dia akan nangis saat melihatku atau melihat papanya. Dan ternyata kekhawatiran kami tidak terjadi. Malah Rafif asyik bersama teman-teman dan senseinya sambil sesekali melihat kami, malu-malu sambil cengar cengir ketawa. ah....anak-anak... indahnya masa itu nak, nikmati sepuas hatimu ya....


Encho sensei dan anak-anak menyanyikan Kimigayo
Sebelum dimulai, pertunjukan taiko (bedug) dari Yuri gumi (kelas paling besar).
Acara diawali dengan berbarisnya anak-anak ke tengah lapangan berdasarkan kelas masing-masing. Kemudian pembukaan oleh Encho sensei (kepala sekolah), dilanjutan dengan pengibaran bendera Jepang berdampingan dengan bendera Jounan Hoikuen diiringi dengan lagu "kimigayo" yang dinyanyikan anak-anak secara bersama-sama. Suasana saat itu menjadi tenang, tidak ada satupun orang yang bersuara. Mereka sungguh khidmad mengikuti jalannya upacara, begitupun dengan orangtuanya, kakek nenek ataupun keluarga yang ikut.


Perlombaan pertama oleh kelas Sumire gumi (kelas 0 sai/kelas nol tahun), dimulai dari yang sudah bisa berlari, lomba berlari, kemudian diikuti yang baru bisa merangkak anak-anak mencari okasannya masing-masing.
Lucu sekali melihat tingkah polah anak-anak. Ada yang tersenyum, ada yang ketakutan, ada yang menangis dan ada yang terus minta gendong sensei/orang tuanya.
Perlombaan kedua, lomba lari buat anak-anak usia 1-2 tahun, kelas Turipu gumi (kelasnya Rafif). Lucu sekali melihat Rafif, disaat aba-aba masih belum di bunyikan, dia sudah lari menghampiriku. Akhirnya dia ditarik senseinya dan kembali mengikuti perlombaan. Walaupun tidak menjadi no 1, tapi saya sebagai orang tua senang anak-anak sudah berani tampil di depan teman-temannya, paling tidak mengasah rasa percaya dirinya.




Perlombaan selanjutnya sama, di kelas Himawari gumi, Sakura gumi, Kiku gumi dan Yuri gumi, lomba lari. Dikelasnya Safa, murid perempuan cenderung sangat sedikit, mungkin 1/4 dari kuota. Jadilah saat perlombaan itu safa tanding melawan teman-temannya yang laki-laki. Seru dan menarik... ternyata Safa cukup kuat juga, dia bisa mendapatkan urutan kedua.




Masih banyak perlombaan dan pertunjukan yang diadakan, diantaranya pertunjukkan membuat kreasi dari balon besar (Sakura gumi), perlombaan masukin bola kedalam keranjang, pertunjukan hula hop (dari keas Kiku gumi/kelasnya Safa)d engan berbagai bentuk, drumb band (kelas Yuri gumi dan Kiku gumi), kebetulan yang besar dapat peran pegang alat musik dan parade, sedangkan yang pegang bendera dari kiku gumi. Ada juga perlombaan buat kakek nenek (perlombaan bersih-bersih sampah), perlombaan masukin bola di keranjang, perlombaan makan cizu/keju sama minumnya coca cola/sprite/fanta, perlombaan tarik tambang antara okasan tachi melawan otousan tachi. Seru dan menarik sekali acaranya.





Acara terpotong dengan makan siang, dan acara berakhir dengan penutupan dan penurunan bendera. Kemudian menari bersama-sama, dan penyerahan medali kepada seluruh siswa dengan pemberian hadiah.
Banyak sekali hadiah yang didapat, Selain buku-buku bergambar, buku cerita dan buku pengetahuan mengenai hewan dan tumbuhan juga mendapatkan berbagai macam okashi (jajanan) dan juga alat tulis juga cangkir.




Sebagian senseinya Safa... Tanaka sensei, Kosho sensei, Sumako Miura sensei dan Tajumi sensei
Senangnya anak-anak hari itu. Terlihat pancaran matanya menunjukkan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri. Begitu ceria dan bahagianya hari itu. Acara berakhir hingga pukul 2 siang.
Alhamdulillah.... semua menikmati. Insyaallah cerita ini akan kami kenang sepanjang masa. Dimana masa-masa itu kita semua telah meninggalkan bumi sakura.
Sekedar coretan...masa laluku
Bismillahirrokhmanirrokhim...
Sebenarnya sudah lama banget mau nulis, seperti cerita cerita sebelumnya. Blog ini hanyalah sebuah catatan kecilku selama berada di rantau. Tak lebih dari sekedar cerita biasa, hanya coretan seorang anak, seorang istri dan seorang ibu biasa. Semua pelaku yang ada di blog inipun juga keluarga kecil kami, mulai dari sekedar perjalanan, main-main, jalan-jalan, makan-makan, kumpul-kumpul, kegiatan mengisi waktu disaat senggang, disaat anak-anak pergi ke sekolah ataupun sekedar perkembangan si kecil, juga pengalaman-pengalaman baru yang bisa membuatku jadi belajar banyak tentang kehidupan dan pertemanan.
Sebenarnya banyak hal menarik yang ada di sekitarku yang bagus untuk dijadikan cerita atau sekedar catatan. Namun sayang, sekali lagi kok ya masih belum juga tergerak tangan ini untuk menorehkannya sebagai sebagian pengalaman yang aku alami.
Kurang lebih dari satu tahun setengah lalu, kegelisahan mulai muncul di hati. Berawal dari obrolan lewat telfon dengan kakakku, mengenai pendidikan anak-anak di Indonesia, khususnya Surabaya, tempat kami tinggal nanti sekembali dari Saga. Kakakku menceritakan kalau pendidikan anak di Indonesia sekarang sangatlah berat (khususnya untuk sekolah-sekolah yang kata orang digolongkan ke sekolah Favorit...entahlah apa kriterianyanya...yang jelas di sekolah itu banyak sekali saringan yang harus dilalui sebelum masuk dan syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi oleh seorang calon siswa sekolah dasar, mulai dari syarat harus bisa baca tulis alphabet, harus sudah bisa hafalan doa-doa dan surat pendek, dan tentunya juga uang pangkal sebelum masuk sekolah dan juga uang bulanannya). Ah....serumit itu....bathinku kala itu.
Belum lagi keponakan yang nota bene anak dari kakakku di usia 3.5 tahun sudah pandai baca dan tulis alpabhet, sudah lancar baca koran dan juga sudah pintar mengaji, diusianya sebelia itu keponakanku sudah berhasil menyelesaikan Iqro 1 dan sudah bisa menghafal beberapa surat pendek. Ah.... biarlah pikirku saat itu...toh anakku disini juga setiap hari ada banyak hal yang dipelajari, walaupun tidak harus belajar baca tulis melulu, paling tidak untuk urusan hafal menghafal anakku juga tidak ketinggalan. Hampir 3 buku e hon (buku bergambar) yang berisikan lagu-lagu anak versi Jepang dan Inggris (mungkin sekitar 30an lagu anak-anak) si Safa kecilku (saat itu juga seusia 3 tahunan) sudah bisa menghafal dan menyanyikannya dengan baik. Doa-doa pendek mulai dari doa mau makan, selesai makan, mau tidur, bangun tidur, doa kepada orang tua, doa mau belajar, doa mau wudhu dan doa pendek lainnya sudah dia hafal.Juga yang membuat saya bangga adalah Safa kecilku bisa survive hidup di lingkungan yang sama sekali belum dikenalnya sebelumnya. Ya... disaat dia baru belajar mengeluarkan kata2, atau belajar berbicara, diusianya 1 tahun 6 bulan Safa kecilku harus memasuki duni baru yang sebelumnya sama sekali tidak terbayangkan. Ya...Safa kala itu masuk di Jounan Hoikuen. Sebuah sekolah swasta yang setingkat dengan Play ground. Bukannya saya egois memasaukkan ankku saat itu, setelah banyak pertimbangan diantaranya, rencana berapa lama kami akan tinggal disini, pergaulan anak-anak tanpa teman alias cuma bersama ibunya di rumah, komunikasi dnegan orang lain, khususnya orang Jepang (mengapa ?) karena kami tinggal disini, mau tidak mau kamipun harus aktif mempelajari budayanya, paling tidak kita belajar untuk mengerti omongan mereka, biar gak kuperlah. Selain itu juga kami ingin anakku bisa bersosialisasi bersama teman-teman seusianya ataupun teman orang dewasa lainnya.
Disaat Safa harus berjuang di hoikuen, sayapun juga demikian. Setiap hari saya juga ke kampus untuk bejar bahasa, seminggu 4 kali ditambah lagi dengan sesnsei volunter seminggu sekali. Sangat berat saat itu, banyak sekali yang harus saya fikirkan untuk jangka waktu selama saya tinggal disini. Sementara suami setiap hari berangkat pagi- pagi dan pulang paling cepat sekitar pukul 10 malam. Lha kalau kami setiap hari cuma berdua di rumah ...apa ya lama-lama tidak stress ? bahasa tidak bisa, kalau keluar diajak ngomong gak "ngeh", dimana-mana tulisan kanji dan teman-temannya.... Itulah sebagian masa laluku disini...ya, 4 tahun lebih yang lalu telah berhasil kami lewati.Alhamdulillah...semua karena ALLAH Yang Maha Penyayang.
Kembali ke atas lagi... satu tahun yang lalu ada yang mengganggu pikiran dan hatiku. Saat ada seorang teman bercerita tentang anaknya di usia 3 tahun sudah pandai membaca, pandai ber smsria. Cerita tidak hanya diulangi satu dua tiga kali, dan sampai pada suatu hari saat ada teman baru datang yang kebetulan putranya juga diberi kelebihan pandai membaca di usia dini. Saat saya asyik ngobrol dengan teman baru itu, dan saya menanyakan seputar kelebihan putranya, dan juga saya sedikit curhat tentang anak saya, tiba-tiba pembicaraan kami terhenti sejenak. Ada celetukan yang mengatakan kurang lebih tanyalah pada mbak ini...bagaimana caranya mengajar anak agar anaknya pandai membaca... Sontak dalam hatiku saat itu terkejut. Sedikitpun saya tidak menyangka akan keluar ungkapan itu. Karena selama ini saya juga tidak pernah membandingkan anak-anakku dengan anak orang lain, karena anak dilahirkan berbeda-beda. Kalau mau membandingkan ya bandingkan dengan diri kita sendiri saat masih seusia anak kita.
Sangat kecewa saat itu... rasanya saya kok seperti telah gagal menjadi ibu buat anak-anak saya...hanya gara- gara anak saya belum bisa membaca di usia 3 tahun... Sama halnya dengan ungkapan teman lainnya, yang sudah pulang juga masih disini... (kebetulan usia anak-anak kami hampir sama). Ah... kenapa saya harus dipusingkan dnegan masalah seperti itu fikirku saat itu. Buang-buang energi saja, kurang kerjaan. Biarlah saya mendidik anak dengan caraku. Anak- anak ada waktunya bermain dan bermain sambil seidkit balajar tentang lingkungan sekitarnya, nanti pasti ada waktunya sendiri buat anak-anak untuk belajar dan belajar....
Biarlah... orang boleh bicara apa saja, selama bicara tidak dilarang dan tidak menyakiti orang lain. Saya ikhlaskan semua yang sudah terjadi.
Sedikitpun di hati saya tidak ada rasa iri, cemburu ataupun rasa ingin memiliki terhadap apa yang dimiliki orang lain, saya tidak peduli, karena kami berbeda, toh sejauh ini saya juga tidak mengganggu mereka, tapi saya tidak terima/tidak suka kalau anak-anak dibandingkan. Bagaimanapun keadaan dan kondisi anak saya, saya bangga akan mereka. Saya akan selalu mencintai dan memberikan yang terbaik buat mereka. Anak adalah harta yang tidak bisa tergantikan dengan apapun. Biarlah mereka menjadi super di mata kedua orang tua masing-masing. Jadi kangen Ibu... dalam kalbu akau ingin selalu memeluk dan merindukanmu... doaku untukmu bu....
Perlahan, tapi pasti. Lingkungan mempunyai banyak pengaruh terhadap perkembangan anak-anak. Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta kasih, dia akan tumbuh menjadi anak yang ceria, anak yang lembut dan juga anak yang cinta kasih kepada sesama. Begitupun belajar. Lingkungan sedikit banyak telah mempengaruhi cara belajar anak-anakku. Dimana kehidupan mereka setiap harinya (pagi sampai sore) dia tinggal di hoikuen, dimana semua diajarkan dengan bahasa Jepang praktis. Dan di rumah saya ajarkan berbahasa Indonesia. Telah sedikit banyak mempengaruhi perkembangan mereka. Safa sudah betul-betul memahami dua bahasa, baik Indonesia maupun Jepang. Terkadang malah saya ataupun papanya tidak tahu apa yang diomongkan Safa. Karena dia sering menggunakan Saga ben/dialek berlogat Saga/bahasa daerah gitu loh. Kadang dia menjadi penerjemah buat kami. Ternyata anak-anak lebih cepat...
Begitupun dengan si kecil Rafif. Dia sedikit-sedikit juga sudah mengerti dalam 2 bahasa. Ya... sampai saat ini kami masih berprinsip untuk mengajarkan mereka dua bahasa. Mudah-mudahan yang ini terjaga hingga kami nanti pulang ke Surabaya.
ALhamdulillah, syukur selalu kami panjatkan, seiring dengan perkembangan waktu Safa pun sudah mulai pandai membaca dan menulis, baik itu alphabet, hiragana maupun huruf arab. Insyaallah sejauh ini Safa sudah bisa memabaca huruf mati (kalau dulu masih kesulitan, sekarang alhamdulillah...walaupun terkadang masih salah tapi sudah banyak kemajuan) ayooo gambatte Safa.... Juga sudah bisa baca tulis hiragana, (sekarang lagi hobinya baca buku-bukunya yang dulu, saat masih di turipu gumi, himawari gumi dan sakura gumi) kalau katakana masih terbatas pada beberapa huruf saja. Begitupun dengan huruf hijaiyah, kalau yang ini tanpa saya sangka, dia malah senang belajarnya, dan lebih cepat bisa dan hafal, cuma kalau menulis dia masih belum hafal. Hayooo Safa gambatte...kamu bisa....
Sepertinya itu sebagian tantangan buat saya untuk mengajarkan anak-anak dalam hal belajar alphabet. Jujur, dari beberapa yang saya ajarkan itu hanya alphabet yang menjadi kendala. Karena setiap saya ajarkan, Safa selalu mengatakan kalau gak mau mama, di sekolah tidak diajarkan itu.... sempat geram... tapi ya buat apa saya geram... saya biarkan ...toh lama-lama dia juga minta belajar sesuai dnegan kemauannya sendiri. Mau belajar nyanyi ... hayoo, mau hafalan doa ...hayooo... mau baca hiragana...berangkat...mau ngaji...alhamdulillah... mau alphabet ....hayooo.... mau nggambar....siapa takut.... mau main buroku/lego...siap, mau main komputer, nulis- mewarna dan bikin kue di komputer.....ibunya tambah seneng...bisa sambil ngintip blog teman2 ehhehee, mau origami.....siap.... Nah ...kalau sudah origami biasanya adiknya suka ikut berebut kertas. Jadi seru sekali. Sudah beberapa banyak bentuk origami yang bisa dibuat Safa, dia sudah bisa buat rumah, kapal, neko chan, inu chan, es krim, bunga, kotak, dompet, dan banyak bentuk lainnya. Hiihihi... jadi malu... saya dulu seusia safa masih belum bisa bikin origami bentuk macem- macem...
Cerita ini hanya ungkapan hati saya sebagai seorang anak, seorang ibu dan seorang istri. Hanya catatan pejalanan saya disini. Tidak ada maksud lain dalam penulisan ini, hanya ungkapan hati. Kalau suka silahkan baca, kalau gak suka, tinggalkan saja.
ALhamdulillah...
Lebaran Tahun ini, 1 Syawal 1430 H
ALhamdulillah hari kemenangan telah tiba.
Lebaran, oh lebaran...
Mudah2an untuk kedepannya kita semua bisa menjadi lebih baik, dalam segala hal, baik dalam perbuatan maupun perkataan. Tak banyak yang harus saya ceritakan, sepertinya hampir sama dengan tahun2 sebelumnya. Beberapakali lebaran Idul Fitri di negeri orang (padahal lebaran tahun kemaren sudah berhasil dipulangkan), serasa ada saja yang kurang. Alhamdulillah, ada banyak teman disini, malam sebelum hari raya, kita berkumpul bersama di kediaman bu Endang, sekaligus buka puasa bersama di hari terakhir dilanjutkan dengan mengumandangkan Asma Allah. Walaupun kita takbiran bersamanya sampai sekitar jam 9 malam, namun terasa sekali. Masih juga tak terbendung, air mata kerinduan ini. Rindu untuk bisa berkunjung di rumahMu, rindu mengumandangkan lafal2 Agung Asmamu, rindu keluarga di tanah air, rindu ibu bapakku, rindu suasana yang indah di kampungku. Bedug bertalu-talu antar masjid, semua keluar rumah, berkumpul di masjid, lalu dengan kentongan kita berjalan mengelilingi kampung sambil menggemakan Takbir. Ya Allah...akankah saya jumpai lagi Ramadhan tahun mendatang...adakah kesempatan buatku untuk itu lagi...
Wallahu alam, Hanya kepadaMu hamba berserah.
Walaupun di tempat kami tidak ada masjid, tidak menghalangi langkah kami untuk beribadah. Kami umat muslim bisa melakukan sholat jum at, sholat Idul Fitri maupun sholat Idhul Adha di salah satu Ruangan Saga International House.
Lebaran kali ini, saya benar2 lagi dapat ujian. Saya tepar seteparnya, malam sebelum takbiran badan panas tinggi, suara serak, hampir tidak bisa keluar. Padahal disini kalau saya tepar otomatis kegiatan perputaran distribusi logistik rumah tak berjalan, mau apa lagi...biarpun badan remek... tetep harus jalan. Untung, syukur alhamdulillah... lebaran tahun ini juga ada libur panjang. Jadi untuk acara masak memasak semua sudah menjadi urusan suami. Thanks, for all ... Nihonjin biasa sebut liburan Siruba week (silver week), dimana sejak hari sabtu libur, hari senin libur dan hari Rabu libur. Jadilah haris elasa diliburkan sekalian...Asyik... serasa di Indonesia. Selain itu juga ada event yang sangat menarik, sembako murah. Ada toko baru buka, banyak diskon. Hingga harga minyak yang biasanya per liter 299 cuma jadi 99 Yen, harga beras 5 kg biasanya paling murah 1580 yen, kemaren cuma 1180, harga gula yang biasanya 178 Yen, cuma 99 yen, Harga Keju yang biasanya 198 per 8 slice jadi cuma 128 yen, harga mentega yang biasanya 238 jadi 128...pun begitu dnegan harga minuman botol, biasanya di kisaran 178 cuma jadi 99 yen....duh senengnya. ALhamdulillah... rejeki lebaran.
Kami sekeluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H, Minal Adin Walfaidzin. Taqoballohu minna waminkum taqobal yakaarim... Mohon maaf atas segala salah dan khilaf.
Ramadhan kali ini
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan menikmati indahnya ramadhan tahun ini bersama keluarga kecilku tercinta di rantau. Ramadhan kali ini banyak yang spesial dalam keluarga kecilku. Ramadhan hari kedua, jatah umur kami berkurang satu tahun. Mudah-mudahan semakin berkurangnya umur, semakin bijak dalam menyikapi semua hal, semakin bermanfaat bagi sesama dan terus istiqomah berjalan direl yang sudah ditetapkan ALLAH SWT. AMin. Diawal menjalankan ibadah puasa, ditinggal suami ke Tokyo selama 5 hari, jadi deh sendirian tarawih, dan sahur. Alhamdulillah selama ditinggal papanya, anak-anak pinter sekali, mereka tidak rewel, setiap hari suami telpon ke rumah kadang bisa sampai 15 kali, maklum beliau kan ke Tokyo nya naik 18 kippu, jadi sering gonta ganti kereta. Kalau gak salah itung, ada 21 pergantian densha... (walah kalau aku ikut mungkin saya sudah pingsan di jalan...ehhehehe) Begitu mendengar suara bapaknya betapa gembira hati mereka. Eh, menjelang sehari sebelum papanya pulang Safa demam, panas tinggi. Alhamdulillah, hanya semalam dan esuk paginya sudah kembali normal. Apa mungkin ya ini karena kangen sama papanya ? soalnya tiap hari dia selalu bilang papa aitai papa aitai...(ingin ketemu papa)...
Ramadhan kali ini pun insyaallah merupakan ramadhan yang kelima buat aku dan Safa disini. ENtahlah berapa ramadhan lagi saya lewati disini.... yang jelas suasana ramadhan disini dengan di kampung halamanku sangat-sangat berbeda. Tidak ada suara adzan (pastinya...) karena gak ada masjid, gak ada tarawih bareng-bareng (tiap hari sama suami dan anak2, itupun kalau suami pas ada di rumah.. kalau suami diluar yah...sendiri lagi....). Tidak ada suara tadarusan (eh ada deh lewat tilawah online oleh ibu-ibu muslimah Saga, alhamdulillah), juga tidak ada beduk dan kentongan yang membangunkanku untuk sahur. Bisa sahur alhamdulillah, gak bisa bangun ya bersyukur... yang penting sudah niat puasa karena ALLAH ta'ala.
Puasa tahun inipun juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini sepertinya waktunya lebih panjang. Di awal-awal puasa imsak sekitar pukul 4.15 dan buka sekitar pukul 7.30. Dan cuaca juga tidak menentu, yang jelas sering panasnya... siang suhu udara sekitar 36 derajat, tapi kadang-kadang malam suhu jadi 27 derajat. Hal ini yang kadang bikin pusing, badan serasa tidak enak dan sedikit gak nyaman.
Mungkin tahun depan dan tahun depannya lagi puasa akan jatuh tepat saat puncak-puncaknya musim panas. Mudah-mudahan kita semua di berikan kemudahan, dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah suci ini. AMin amin amin allohuma amin.
Jujur kalau boleh memilih sebenarnya saya sangat merindukan berpuasa di tanah air. Sudah kangen sekali..... Tahun lalu alhamdulillah bisa mudik, tapi mudiknya 3 hari menjelang hari raya Idul Fitri, jadi gak sempat ngikut ngrasain ramadhan di Indonesia. Yah...mungkin harus lebih bersabar, insyaallah semuanya ada waktunya, insyaallah jika ALLAH memberi umur yang panjang.
Kini ramadhan tinggal 10 hari terakhir. Masih belum banyak yang bisa saya lakukan. Targetpun juga masih belum tercapai, duh gusti,... nyuwun ngapuro... Berharap masih bisa menyelesaikan ramadhan dengan sempurna, siapa tahu rejeki, berharap juga mendapatkan malam 1000 bulan. Ya ALLAH... beri kami kesempatan ...
Ya Rabb ... hilangkan rasa kantuk, rasa malas, pada diri hamba .... Ijinkan hambamu untuk mencapai tujuan, menyelesaikan kewajibanku untuk mendapatkan Ridho dan berkah dari Mu.... Hilangkan segala rasa benci, iri, dengki, sombong, pada diri hamba ya ALLAH...
Ampuni hambamu ya Robb, Ampuni kami ya Robb, Terimalah tobat hamba ya Robb, dan bimbing kami untuk selalu menjalankan segala perintahMu... Hanya kepadaMu lah kami memohon dan berserah...
Robbana attina fidun ya khasanah wafil akhiroti khasanah wakina 'adza bannar...
Alhamdulillah Safa chan sudah lima tahun
Hari ini alhamdulillah umur Safa sudah lima tahun. Mudah-mudahan sehat selalu, makin ngerti dan kelak menjadi anak yang sholelah dan bermanfaat bagi sesama. Terima kasih ALLAH telah kau berikan amanah dan kesempatan kepada kami untuk merawat, mendidik dan membesarkan Safa. Bersamamu telah kau ajarkan berbagai hal yang sangat bermanfaat, bersamamu semuanya terasa menjadi lebih indah dan bermakna.
Safa doa mama, papa, adik Rafif, Yang ti Mbah kung, mbah Ti selalu menyertaimu.
Mudah-mudahan kelak menjadi anak yang sholehah. AMin